Profil MSI

LATAR BELAKANG

Reformasi telah mengantarkan kita pada suatu perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih partisipatif. Buah reformasi bukan saja pada perubahan kebebasan ‘bersuara’, namun lebih daripada itu reformasi menawarkan konsep tata kelola pemeritahan yang lebih modern yang sesuai dengan demografi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Satu hal yang dirasakan dari pada buah reformasi adalah dirumuskannya tatanan praktek pemerintahan berupa kebijakan desentralisasi kewenangan urusan pemerintahan dari pusat ke daerah. Hal inilah yang kemudian memunculkan hasrat daerah menjadi wilayah otonom sebagai upaya dan kehendak masyarakat di daerah untuk mengelola, mengatur urusan rumah tangga daerahnya sendiri.

Walaupun otonomi daerah bukan barang baru dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, namun berkat reformasi otonomi daerah dapat dilakukan dengan sesungguhnya. Ini dapat dilihat berdasarkan ketentuan hukum yang mengaturnya, diawali dengan TAP MPR Nomor IV tahun 2000 berkenaan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan good governance yang kemudian dikuti oleh beberapa Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.

Dibalik eforia pemekeran daerah, otonomi daerah sampai ini masih menyisahkan beberapa persoalan yang kemudian harus diselesaiakan untuk menggapai tujuan otonomi daerah. Beberapa masalah diantaranya adalah keuangan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Birokrasi dan Birokrat (servicing and serviced) berkaitan dengan komplikasi adminsitrasi dan kultur pemeritah serta korupsi. Singkatnya, untuk menjadi kabupaten/kota yang berhasil harus memiliki dua hal utama yakni SDM yang mumpui dan Financial yang kuat.

Menyadari akan hal itu, maka Mas’ud Said Institute (MSI) hadir untuk menjawab  persoalan yang ada pada pemerintahan kabupaten/kota dengan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah. MSI adalah lembaga advisiori independen yang bergerak di bidang penguatan tata kelola pemerintahan daerah, penguatan manajemen keuangan daerah, penguatan inovasi daerah serta penguatan kapasitas SDM pemerintahan yang bekerja secara profesional.


VISI DAN MISI

 Adapun Visi dan Misi Mas’ud Said Institute (MSI) sebagai berikut :

VISI :

"Menjadi lembaga konsultasi pemerintahan yang unggul berstandar nasional, mampu berperan aktif dalam pengembangan tata kelola pemerintahan daerah yang baik (good governance) menuju pemerintahan yang inovatif dan efektif"

MISI :

  1. Menyelenggarakan pusat pendidikan, pelatihan dan konsultasi terutama dibidang Ilmu Sosial Politik dan Pemerintahan
  2. Mewujudkan lembaga pendidikan yang bermutu dan bereputasi.
  3. Melaksanakan pelatihan dan pendidikan bagi eksekutif pemerintah daerah yang aplikatif

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan lembaga adalah menyelenggarakan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Konsultasi dengan melakukan kegiatan berupa :

  1. Menyelengarakan Konsultasi dibidang ilmu pemerintahan dan sosial politik
  2. Menyelenggarakan pendidikan formal, kursus – kursus, pendidikan kejuruan, program keterampilan dan pelatihan.

Mas’ud Said Institute (MSI) merupakan lembaga yang memiliki manajemen bereputasi nasional dengan tenaga personalia/SDM dari berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian serta pengalaman  yang relevan dengan tujuan lembaga.