Kuatkan Sinergi, Bangkitkan Ekonomi



Jakarta, 24 Februari 2021 – Melanjutkan program secondment yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017, Kementerian Keuangan kembali menjalankan program secondment di tahun 2021 yang diikuti oleh peserta dari semua Unit Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Program secondment merupakan upaya peningkatan kompetensi dan pengalaman melalui skema penugasan pegawai ke unit lainnya dalam periode tertentu.

Tema utama yang diangkat pada program secondment di tahun 2021 adalah “Kuatkan Sinergi, Bangkitkan Ekonomi” yang terbagi dalam beberapa tema besar, antara lain:

  • Secondment penerimaan negara, dengan 1 subtema, yaitu:

  1. Peningkatan kegiatan ekonomi UMKM melalui kegiatan ekspor.

  •  Secondment pengelolaan belanja negara dengan 3 subtema, yaitu:

  1. Sikronisasi Program PEN.
  2. Sinergi Penganggaran dan Monev Belanja K/L dan Daerah (TKDD & APBD).
  3. Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

  • Secondment pengelolaan aset, dengan 2 subtema, yaitu:

  1. Utilisasi dan Optimalisasi Aset.
  2. Asset manajemen dan project investment.

  • Untuk pengelolaan pembiayaan, dengan 1 subtema, yaitu:

  1. Pengelolaan Pembiayaan Infrastruktur.

  • Untuk penguatan dukungan manajemen, dengan 3 subtema, yaitu:

  1. Kolaborasi Kanal Publikasi Digital.
  2. Peningkatan Kualitas Layanan pada Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME.
  3. Edukasi Publik, Event Management dan Perpustakaan.

Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah (i) untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan pengalaman kerja di jabatan lain (job exposure); (ii) terbentuknya konsolidasi proses bisnis dan penguatan sinergi serta harmonisasi antara Unit yang terlibat; (iii) optimalisasi pemanfaatan bersama big data yang merupakan hasil integrasi data antar Unit yang terlibat; dan (iv) mendorong efisiensi serta penyelarasan anggaran.

Sejak program secondment diterapkan tahun 2017, Kementerian Keuangan mendapatkan hasil antara lain:

  1. Meningkatnya realisasi penerimaan di tahun 2019 sebesar Rp491,14 miliar dan Rp210,24 miliar dari    awal Januari 2020 hingga September 2020;
  2. Menghasilkan sinergi pertukaran data dan perbaikan proses bisnis yang berperan dalam optimalisasi penerimaan negara di bidang perpajakan serta kepabeanan dan cukai;
  3. Meningkatkan kompetensi pegawai terkait pengelolaan BUMN dibawah pembinaan dan pengawasan Menteri Keuangan;
  4. Meningkatkan kompetensi dan kapasitas pegawai Pemerintah Daerah terkait pengelolaan keuangan daerah;
  5. Meningkatkan pemahaman implementasi kebijakan pajak serta kepabeanan dan cukai yang saling beririsan.

Kementerian Keuangan akan terus berkomitmen menjalankan program secondment sehingga dapat memberikan banyak manfaat bagi pegawai dan organisasi, baik dalam hal pengayaan pengalaman, kompetensi, dan sinergi, maupun simplikasi proses bisnis, peningkatan kinerja termasuk penerimaan negara, dan efisiensi anggaran secara berkelanjutan.

Sumber Informasi: SP-9/KLI/2021 Humas Kemenkeu RI