FGD Peningkatan Pendapatan Asli Daerah, Bappeda Madiun Gandeng Mas'ud Said Institute.

Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) di kantor Mas'ud Said Institute, Jum'at (04/12/2020)

Malang – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun dan Mas’ud Said Institute (MSI) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), di kantor Mas’ud Said Institute (MSI), Jalan Ngrimbi No. 34, Mojolangu Kota Malang, pada Jum’at (04/12/2020). 

Setelah sebelumnya mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tahap II di Hotel Nava, Tawangmangu, Karanganyar, 25 Oktober lalu, Bappeda Kabupaten Madiun dan Mas’ud Said Institute kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai tindak lanjut FGD sebelumnya, dengan harapan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun.

Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema Strategi Jitu Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Madiun, diikuti oleh 18 (delapan belas) orang yang terdiri dari perwakilan Bappeda Kabupetan Madiun dan Tim kantor Mas’ud Said Institute (MSI). Narasumber dalam kegiatan FGD tersebut terdiri dari 2 (dua) narasumber, Prof. M. Mas’ud Said, Ph.D (Dewan Pakar Pemprov. Jatim) dan Abdul Muntholib, SE. (Direktur Mas’ud Said Institute), yang dimoderatori, Zainal Musthofa, SE. 

Bertindak sebagai narasumber pertama, Prof. Mas’ud Said, Ph.D memaparkan materi Penyesuaian RPJMD dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun Tahun 2021. Dalam paparannya, Prof. Mas’ud Said, Ph.D mengemukakan bahwa RPJMD perubahan tidak dimaksudkan untuk mengurangi spirit Jawa Timur dan Kabupaten/Kota sebagai Provinsi strategis yang akan menjadi tumpuan utama capaian pembangunan nasional, perubahan yang dilakukan bukan untuk merubah Visi dan Misi Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan sebelumnya, penyesuaian ini ditujukan untuk menetapkan standard sesuai dengan arah RPJMD 2020-2024. “Dengan tantangan yang lebih berat, kinerja Pemerintahan Daerah diarahkan pada cara kerja yang lebih keras dan lebih progresive” jelasnya.

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), berbasis singkronisasi data dan formula integrasi perlu direalisasikan untuk genjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), antara lain; Pajak Bumi dan Bangunan, Hotel dan Restoran, BPHTB, Minerba, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Reklame, BUMD, Parkir, Pasar, dan Retribusi lain. Di sisi lain, ada masalah pajak daearah yang perlu diperhatikan, antara lain; Data Wajib Pajak tidak akurat, Besaran Pajak lama tak disesuaikan, Kurangnya personel (Juru Sita, Juru Taksir, Satpol PP dan Pemeriksa) serta Regulasi usang dan lemah. “Pendataan dan singkronisasi merupakan langkah awal dalam menentukan “Roadmap” Peningkatan Pendapatan Asli Daerah” Ucap Prof. Mas’ud Said, Ph.D saat menyampaikan materi.


Adanya pandemi covid 19, dibutuhkan penyesuaian (adjusment) rencana pembangunan jangka panjang nasional. Sektor ekonomi, sektor kesehatan, sektor pembanguan terdampak secara mendalam. Pandemi meningkatkan terhambatnya aktivitas perekonomian dan pemerintahan menjadi salah satu bahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) ini.

Abdul Muntholib, bertindak sebagai narasumber kedua, menyampaikan materi Jalan lain dongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di era Pandemi Covid-19. Dalam penjelasannya, Abdul Muntholib lebih menekankan pada langkah aplikatif dan inovatif dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), antara lain, inovasi dongkrak dari sektor PBB, inovasi gaet BPHTB, inovasi pada jenis pajak lainnya, meningkatkan awareness masyarakat kepada pajak, dan inovasi teknologi dan organisasi pada perpajakan daerah. Menurutnya, melakukan strategi yang lebih humanis dalam meningkatkan kemauan warga bayar pajak dapat membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), misalnya, jalan sehat sadar pajak, duta pajak, anugerah tertib pajak, blusukan sosialisi pajak sambil bagi-bagi sembako dan lain sebagainya.

Focus Group Discussion (FGD) ini rupanya mendapat sambutan baik dari peserta Bappeda Kabupaten Madiun. Menurut Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Suyadi, M.Si, kegiatan ini bermanfaat untuk menambah khazanah keilmuan dan berbagi pengalaman. “Besar harapan, Focus Group Discussion (FGD) ini bisa memberikan hasil kajian dan rekomendasi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah, syukur-syukur dapat mendampingi secara langsung dari Tim MSI” Ucap Drs. Suyadi, M.Si saat memberikan sambutan. (Sy/MSI)