Oktober 2020, Jawa Timur Catat Deflasi 0,02 persen.


Mas'ud Said Institute
- Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi mengalami deflasi sebesar 0,02 persen pada Oktober 2020 dari 103,96 poin pada September 2020 menjadi 103,94 poin pada bulan selanjutnya. Hal tersebut dikarenakan ada penurunan harga yang ditunjukkan turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran. 

Dadang Hardiwa selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur dalam konferensi virtual, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks masing-masing makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen.

Dadang Hardiwa menuturkn, berdasarkan penghitungan angka inflasi di delapan kota dengan indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur sepanjang Oktober 2020, empat kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi.

Kota yang mengalami inflasi yaitu Probolinggo sebesar 0,15 persen, diikuti Madiun sebesar 0,11 persen, Banyuwangi sebesar 0,07 persen, dan Jember sebesar 0,01 persen.

"Kota yang mengalami deflasi yaitu Sumenep sebesar 0,07 persen, kemudian diikuti Malang sebesar 0,06 persen, Kediri sebesar 0,05 persen, dan Surabaya sebesar 0,02 persen," kata Dadang dikutip dari antaranews.com