Badan Pusat Statistik Indonesia Catat Deflasi Sebesar 0,20 Persen pada Oktober 2020

Mas'ud Said Institute -Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami  deflasi sebesar 0,20 persen (q-to-q). Namun jika dibandingkan dengan posisi September 2019, terjadi inflasi sebesar 1,42 persen (y-on-y). 

Hal ini di karenakan realisasi belanja Negara (APBN) Triwulan 3-2020 mencapai Rp771,37 triliun (28,16 persen dari pagu 2020 sebesar Rp2.739,17), naik dibanding realisasi Triwulan 3-2019 yang mencapai Rp559,97 triliun (22,75 persen dari pagu 2019 sebesar Rp2.461,11 triliun).

Selain itu, Realisasi penanaman modal yang tercatat di BKPM (PMA dan PMDN) selama Triwulan 3-2020 sebesar Rp209,0 triliun, atau naik sebesar 8,9 persen (q-to-q) dan naik 1,6 persen (y-on-y). Produksi mobil pada Triwulan 3-2020 mencapai 113.563 unit, atau naik sebesar 172,78 persen (q-to-q) dan turun sebesar 68,47 persen (y-on-y), sedangkan penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada Triwulan 3-2020 mencapai 111.114 unit, atau naik sebesar 362,17 persen (q-to-q) dan turun sebesar 59,30 persen (y-on-y).

Perekonomian di berbagai negara pada Triwulan 3-2020 lebih baik dibanding Triwulan 2-2020. Hal ini tercermin dari berbagai indikator yang mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Namun perbaikan ini masih terhambat tingginya kasus Covid-19.

Badan Pusat Statistik juga mencatat, Harga komoditas pangan (minyak kelapa sawit & kedelai) dan komoditas hasil tambang (timah, biji besi, & tembaga) di pasar internasional pada Triwulan 3-2020 mengalami peningkatan secara (q-to-q) maupun (y-on-y), sementara harga komoditas migas mengalami peningkatan (q-to-q), tetapi secara (y-on-y) mengalami penurunan.

Sumber Informasi dari Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik